elvinadiah

  • shortstory
  • travelaround
  • kiddos :*
  • cats :)
  • babibu
  • ask me anything
  • submit a post
  • rss
  • archive
  • Karena Wanita Ingin Dimengerti

    anothershortstory

    ———————————————————————————————————————-

    Hari ini puasa pertama, suamiku berjanji bahwa ia akan pulang cepat, kami akan berbuka puasa bersama. Ini Ramadhan pertama kami. Enam bulan yang lalu baru saja kami menikah. Dan Alhamdulillah, pada Ramadhan pertama kami ini, sudah ada calon bayi kami yang baru memasuki usia empat minggu, berdiam di perutku. Janji suamiku malam ini untuk pulang cepat adalah sebagai ganti karena kemarin malam ia tidak bisa memenuhi janjinya untuk taraweh pertama bersama ke mesjid.

    Dreeeet…Dreeet…hp-ku bergetar. Ada sms masuk. Segera kubaca, ternyata dari suamiku.

    “Assalamu’alaikum, Buuuu. Udah masak apa? Pasti masakan ibu enak deeeh. Tapi, maafin ayah lagi Bu, sore ini ga bisa pulang cepat lagi ternyata. Terpaksa berbuka di kantor. Sekali lagi maafin Ayah ya Buuu, insya Allah besok kita berbuka bersama”.

    Wajahku berubah. Ada rasa kecewa. Segera kubalas sms dari suamiku.

    “Wa’alaikumsalam. Iya, gapapa Yah”.

    Smsku singkat padat.

    “Ibu ga marah kaaaaaan?”

    Kembali kujawab dengan singkat, padahal dalam hati kecewa: “Engga. Ayah hati-hati pulangnya nanti”.

    “Insya Allah Bu :)”.

    ——-

    “Dek, ayah sibuk terus niih”, aku berbicara sendiri sambil mengelus-ngelus perutku, berharap yang di dalam perut mengerti dan mendengarkan. Gagal sudah rencana berbuka bersama di puasa pertama, meskipun hari ini aku tidak puasa karena mual-mual yang terus menerus. Gagal pula rencana untuk ke mesjid, berdua. Aku agak kecewa, tapi harus bagaimana. Kalau sudah begini, biasanya “hormonal” kehamilanku akan kambuh. Merengut-rengut tidak jelas. Diam-diam tidak jelas. Merasa kurang diperhatikan (padahal sih tidak begitu). Sangat sensitif.

    “Kayanya nanti, kalau ayah pulang, ayah kita diemin aja ya Dek. Ibu sedih”. Kembali aku berbicara pada perutku sendiri.

    ——————————————————————————————————————————————————————————-

    Kumasuki halaman rumah. Lampu ruangan depan sudah mati. Pertanda sepertinya istriku sudah tidur. Waktu menunjukkan pukul 10 malam. Segera kubuka pintu rumah dengan kunci cadangan yang ada padaku. “Assalamu’alaikum”, kataku. Tidak ada jawaban, sepertinya memang istriku sudah tidur. Segera aku menuju kamar, dan benar istriku sudah tertidur. Kucium keningnya, “Maafin ayah ya Bu, hari ini ga bisa pulang cepat”, kataku dengan berbisik takut membangunkannya.

    ——-

    “Bu, Buuu, bangun Bu. Ayo kita sahur”, aku mengguncang-guncang tubuh istriku dengan lembut. Waktu menunjukkan pukul tiga.

    Istriku diam saja. Sepertinya sedang ngambek.

    “Ibu, marah ya sama Ayah?”, Ia hanya menggeleng.

    “Ayo sahur kalau begitu”, aku memberikan tanda untuk turun dari tempat tidur, agar segera menuju ruang makan. Dengan terlihat malas-malas, istriku beranjak juga dari tempat tidur.

    “Ayah, sudah sholat belum? Ibu mau goreng ayam aja deh ya, untuk sahur kita”, suaranya terdengar dingin, tidak sehangat biasanya. Aku diam saja, tidak menjawab pertanyaannya, sebelum ia memasuki ruang makan, melihat kejutan yang telah kupersiapkan.

    “Ayaaaah, ini ayah yang nyiapin? Ini ayah yang massak”, suaranya terdengar tidak percaya.

    Aku mengangguk, tersenyum melihat wajah keheranannya. Lucu sekali ekspresinya.

    “Loh, ayah kenapa ga bangunin Ibu? Ini kan harusnya ibu yang ngerjain”, katanya lagi. 

    “Kayanya semalem ibu capek banget. Ayah pulang jam 10, ibu udah tidur. Lagian, ini juga Cuma ayam goreng, dan nyiapin susu buat ibu, itu mah keciil?”, aku mencoba bercanda, tampaknya istriku sudah melupakan kalau dia sedang ngambek.

    “yang capek itu kan ayah, pulang kerjanya malam”, matanya berkaca-kaca. 

    “Ibu yang capek nungguin ayah pulang kerja kan? Sampai ngambek begitu”, aku berusaha menggodanya. Wajahku terlihat jahil.

    Ia mencubit perutku. “Huuuh, ayah kok tahu ibu ngambek? Padahal seharusnya ga mau ngomong dulu sama ayah”, katanya.

    “Ayah kan hapal ibu. Kalau bersikap kayak tadi tuh namanya ngambek. Katanya ga marah, tapi sebenarnya sebel”, aku kembali menggodanya. Tertawa.

    “Ahhh, tapi makasih ya Yaah, ibu ga jadi ngambek”, katanya juga ikut tertawa, masih dengan mata yang berkaca-kaca.

    “Hehe, ibu lucu deh kalau ngambek”, aku masih menggodanya.

    “Aduh, ayah jangan godain ibu terus dong, ibu malu ketauan ngambek”, wajahnya kali ini memerah. Tersipu. “Ayah, sih ya dek, sibuk teruuuus”, katanya sambil mengelus perutnya yang belum terlihat sedang hamil.

    “Hehe, Iya, ayah minta maaf Bu. Mudah-mudahan hari ini kita bisa berbuka bersama”, kataku.

    “Insya Allah”, katanya bersemangat dan hangat, istriku sudah kembali normal sepertinya. “Ayah memang ayah nomor satu di dunia deeeeh”, katanya.

    “Huuu, gombaaal”, kataku. Kami tertawa-tawa berdua. “Kita sholat dulu deh, Bu”, istriku mengangguk.

    ——-

    Dasar wanita, ngakunya ga sebal, tapi dalam hati sebenarnya sebal, tinggal diperhatikan sedikit, sebalnya langsung hilang kan?

    • July 25, 2012 (3:40 pm)
    • 34 notes
    • #shortstory
    1. malihamufidah reblogged this from widyakartika and added:
      Unyuuuu :3
    2. widyakartika reblogged this from elvinadiah and added:
      Kapan ya aku :D
    3. mylifejustbeginning reblogged this from elvinadiah
    4. fiyooprameswari reblogged this from chelseavidia
    5. fiyooprameswari likes this
    6. stkomariah reblogged this from annisaadejanira
    7. nurafnieka reblogged this from elvinadiah and added:
      :)
    8. rahmyami reblogged this from fithriutami
    9. kurniauta reblogged this from elvinadiah and added:
      SubhanAllah :’)
    10. fithriutami reblogged this from kayinamesa and added:
      anothershortstory ———————————————————————————————————————- Hari ini puasa pertama, suamiku berjanji bahwa ia akan pulang...
    11. syalarale likes this
    12. syalarale reblogged this from annisaadejanira
    13. ivysmind likes this
    14. kayinamesa reblogged this from elvinadiah
    15. chelseavidia reblogged this from elvinadiah
    16. putrypurwanti reblogged this from elvinadiah
    17. tehmanis likes this
    18. arufaje likes this
    19. sgassani reblogged this from annisaadejanira and added:
      ini kayaknya semacam basic character ya, cause not a long time ago my mom just said so about my 6 years old sister:
    20. ayojadilebihbaik likes this
    21. uuphii said: Saya senyum-senyum sendiri baca ini, teh vina :p
    22. taffani-yasmin reblogged this from elvinadiah
    23. littlerhara reblogged this from elvinadiah
    24. naylufar likes this
    25. angestiyapinakesti said: iih ini bener banget deh vin. memang wanita yaah, agak labil ;p
    26. angestiyapinakesti likes this
    27. sebelasbintang likes this
    28. cococoda likes this
    29. intanmia reblogged this from annisaadejanira
    30. cfasyifa reblogged this from elvinadiah
    31. cfasyifa likes this
    32. annisaadejanira reblogged this from elvinadiah
    33. annisaadejanira likes this
    34. elvinadiah posted this
© 2011–2013 elvinadiah